RSS

Kisah pohon pear (Mengantarkan saya ke meja sidang Tugas Akhir)

16 Oktober 11:20

Assalamu’alaikum.Wr.Wb…

Gimana nih kabar-kabar teman-teman semua??? Alhamdulilah saya bisa melewati hari-hari terberat sebagai mahasiswa tingkat akhir. Melalui tahap pendadaran (sidang TA). Selamat ya selamat #TiupTerompet. Nih temen-temen saya terinspirasi sama kisah di bawah ini. Kenapa saya selalu semangat.., karena percayalah bahwa roda kehidupan selalu berputar, kadang di atas kadang di bawah. Saya udah pernah mengalami nasib di atas sebagai mahasiswa, kerjaannya tidur makan kuliah game. Dan parahnya masih ada temen saya yang masih ngerasain hidup di atas kaya gitu, padahal seangkatan. Gila tuh anak kapan mau belajar hidup kalo gak mau gantian di bawah hidupnya. Kadang kita sendiri yang menentukan mau digerakkan gak tuh roda kehidupan kita. Tapi ada kalanya roda terputar sendiri tanpa kita mau memutarnya sehingga yang dibutuhkan adalah keikhlasan, usaha, dan doa. Alhamdulilah ya sesuatu banget postingan hari ini.., langsung aja simak kisahnya.., dah adzan dzuhur nih, saatnya menghadap yang di atas. So read well do well, and you’ll get well. Amiin

Ada seorang pria yang memiliki empat orang anak. Dia ingin anak-anaknya belajar untuk tidak menghakimi hal-hal yang terjadi dalam hidup dengan cepat. Maka ia mengutus mereka masing-masing melakukan suatu perjalanan untuk pergi dan melihat sebuah pohon pir besar yang terletak pada jarak yang cukup jauh.

Anak yang pertama pergi pada musim dingin, yang kedua pada musim semi, yang ketiga pada musim panas, dan anak bungsu pada musim gugur.
Setelah mereka semua pergi dan telah pulang kembali, sang pria memanggil mereka bersama-sama untuk menggambarkan apa yang mereka lihat tentang pohon itu.

goodpeartreepicture Anak pertama mengatakan bahwa pohon itu jelek, membungkuk, dan terlihat seperti dipelintir.
Anak kedua mengatakan tidak benar pohon itu seperti yang dikatakan anak pertama, melainkan pohon itu ditutupi dengan banyak kuncup-kuncup hijau yang penuh akan harapan.
Anak ketiga juga tidak setuju, dia bilang pohon itu sarat dengan bunga yang mengeluarkan wangi-wangian yang harum dan terlihat sangat indah, itu adalah hal yang paling anggun yang pernah dilihatnya.
Anak terakhir tidak setuju dengan semua perkataan mereka, ia mengatakan bahwa pohon itu matang dan penuh dengan buah-buah yang dipenuhi kehidupan dan kepuasan.
Pria itu kemudian menjelaskan kepada anak-anaknya bahwa apa yang dikatakan mereka semuanya benar, karena mereka hanya melihat hanyalah satu musim dalam kehidupan sang pohon.
Dia mengatakan kepada mereka bahwa anda tidak bisa menilai suatu pohon, atau seseorang, dengan hanya melihat satu musim saja. Inti dari kehidupan ini yaitu siapakah mereka, kesenangan, sukacita, dan cinta yang datang dari hidup ini hanyalah dapat diukur di akhir kehidupan, ketika semua musim sudah berlalu.

Jika anda menyerah pada saat musim dingin, anda akan melewatkan janji-janji pada musim semi, keindahan pada musim panas, dan kepuasan hidup anda pada musim gugur. Semangat dan tetep berusaha disertai doa. Sekian dan terimakasih, semoga menginspirasi kalian semua.

thx vo read (•ˆ⌣ˆ‎​​​​•)

 
1 Comment

Posted by on October 16, 2011 in Cerita Saya, Repsol Only

 

Tags: , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.